HUT ke-81 RI, Petani, Buruh, dan Mahasiswa Bengkulu Sampaikan Harapan untuk Kesejahteraan dan Pembangunan

HUT ke-81 RI, Petani, Buruh, dan Mahasiswa Bengkulu Sampaikan Harapan untuk Kesejahteraan dan Pembangunan. Foto/Redaksi

BENGKULU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Semangat tersebut disampaikan sejumlah elemen masyarakat di Bengkulu, mulai dari petani, buruh, hingga mahasiswa. Mereka berharap kemerdekaan yang telah memasuki usia 81 tahun semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program pembangunan yang menyentuh kebutuhan rakyat.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Enggano Jaya, Robalia, dari Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, mengatakan program cetak sawah melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) telah memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Robalia, pembukaan lahan pertanian tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.

Namun, keterbatasan infrastruktur pengairan masih menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Cetak sawah ini sangat membantu kami, khususnya warga Malakoni. Kami berharap program ini bisa membuat masyarakat semakin sejahtera,” kata Robalia.

Ia berharap pemerintah dapat mendukung pembangunan jaringan irigasi air tanah di wilayah tersebut. Infrastruktur pengairan dinilai penting untuk meningkatkan intensitas tanam dan mengoptimalkan hasil produksi pertanian.

“Kalau pengairannya maksimal, yang biasanya kami panen satu kali bisa ditingkatkan menjadi tiga kali panen. Karena itu, kami berharap ada dukungan untuk jaringan irigasi air tanah,” ujarnya.

Robalia menilai perhatian terhadap sektor pertanian merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya berdampak terhadap perekonomian masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan.

Harapan serupa disampaikan dari kalangan pekerja. Ketua Dewan Pengurus Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Rejang Lebong, Edi Sarmiki, berharap kemerdekaan semakin memberikan manfaat bagi kelompok buruh.

Ia meminta pemerintah terus menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan pekerja, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan terhadap buruh.

“Semoga Indonesia semakin maju dan berkembang serta semakin menyejahterakan buruh melalui program-program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan hidup para buruh,” kata Edi.

Sementara itu, dari kalangan mahasiswa, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu, Kevin Aldo, mengajak generasi muda menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Kevin, usia 81 tahun merupakan fase penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat kedaulatan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Momentum ini harus menjadi ruang refleksi bagi kita semua. Kita perlu terus menjaga persatuan, merawat demokrasi, dan menegakkan keadilan,” kata Kevin.

Ia menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah persatuan.

Kevin juga mendorong agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai.

“Jangan mudah terprovokasi. Persoalan harus diselesaikan melalui dialog dengan cara yang damai dan bijaksana. Kita ingin Indonesia ke depan menjadi negara yang kuat, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Beragam harapan tersebut menunjukkan bahwa makna kemerdekaan di tengah masyarakat tidak berhenti pada perayaan. Petani berharap produktivitas dan kesejahteraan meningkat, buruh menginginkan kehidupan yang lebih layak, sementara mahasiswa mendorong penguatan persatuan, demokrasi, dan keadilan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat Bengkulu dalam mengisi kemerdekaan sekaligus mendorong Indonesia agar semakin maju dan sejahtera.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *