PKKMB UM Bengkulu 2026: Kisah Azan Julian Putra, Mahasiswa Teknik Informatika yang Berani Melawan Keterbatasan

Di Balik Keseruan PKKMB UM Bengkulu 2026, Azan Julian Putra Bawa Mimpi Jadi Pengusaha Sukses

BENGKULU — Di tengah riuhnya keseruan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) 2026, tersimpan kisah inspiratif dari seorang mahasiswa baru yang datang membawa mimpi besar tentang masa depan.

Ia adalah Azan Julian Putra, atau akrab disapa Putra, mahasiswa berusia 18 tahun yang tergabung dalam Gugus 8 PKKMB UM Bengkulu 2026. Putra memilih Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik UM Bengkulu, dengan tekad menjadikan ilmu teknologi sebagai bekal untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Bagi Putra, memilih Teknik Informatika bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Ada alasan yang lebih besar di balik pilihannya tersebut, yakni keinginan untuk merancang sistem yang mampu membantu dan mempermudah aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.

“Alasan saya memilih UM Bengkulu karena saya ingin belajar dan nantinya bisa merancang sistem yang dapat mempermudah aktivitas sehari-hari,” ujar Putra, Sabtu (5/9/2026).

Putra merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Sebagai anak terakhir dalam keluarga, ia menyadari bahwa perjalanan menuju pendidikan tinggi bukan sesuatu yang selalu mudah. Karena itu, ia berusaha memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya untuk menempuh pendidikan dan membangun masa depan.

Salah satu ikhtiar yang ditempuhnya adalah mendaftarkan diri sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Namun, Putra tidak ingin menggantungkan masa depannya hanya pada beasiswa.

Ia menegaskan, apabila belum mendapatkan kesempatan melalui KIP Kuliah, dirinya akan tetap berusaha mencari jalan agar dapat melanjutkan pendidikan.

“Saya memang mendaftar KIP. Namun, kalau nantinya belum mendapatkan rezeki untuk lulus beasiswa KIP, saya akan tetap berusaha keras. Bagi saya, pendidikan itu penting untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Semangat tersebut sejalan dengan kehidupan Putra yang sejak muda mulai belajar mandiri. Di usianya yang masih 18 tahun, ia mengaku sudah mampu menghasilkan uang sendiri.

Pengalaman itu menjadi modal berharga baginya untuk membangun cita-cita yang lebih besar. Putra ingin menjadi seorang pengusaha sukses yang tidak hanya mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya, tetapi juga membuka peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Sekarang saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Ke depannya, saya ingin menjadi pengusaha yang sukses,” tuturnya.

Bagi Putra, PKKMB bukan hanya tentang mengenal lingkungan kampus, teman baru, dan kehidupan sebagai mahasiswa. Lebih dari itu, PKKMB menjadi titik awal untuk menanamkan keberanian dalam mengejar cita-cita.

Di tengah keberagaman latar belakang mahasiswa baru, Putra membawa satu pesan sederhana tetapi kuat: jangan menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.

Ia mengajak teman-teman seusianya untuk terus berani berkarya, melawan kelemahan, dan tetap fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.

“Tetaplah semangat. Kekurangan bukanlah penghambat untuk berkreasi. Lawan segala kelemahan dan tetap fokus pada impian yang ingin kita capai,” pesan Putra.

Kisah Putra menjadi gambaran bahwa di balik kemeriahan PKKMB UM Bengkulu 2026, terdapat generasi muda yang datang dengan cerita, perjuangan, dan mimpi masing-masing.

Dari Gugus 8, Putra memulai langkahnya sebagai mahasiswa Teknik Informatika. Dengan semangat belajar, kemandirian, dan keberanian bermimpi, ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan, melainkan titik awal untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Dari keseruan PKKMB, lahir mimpi. Dari mimpi, tumbuh tekad. Dan dari tekad, Putra ingin membangun masa depan melalui teknologi dan kewirausahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *