CURUP – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) terus memperluas jejaring kerja sama akademik dengan menggandeng delapan perguruan tinggi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian 5th Corolla International Conference 2026 di Ballroom Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, UM Bengkulu diwakili Wakil Rektor IV, Dr. Onsardi, M.M. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Delapan perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan UM Bengkulu meliputi Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. (Unihaz), Institut Agama Islam Nusantara Ash-Shiddiqiyah, Alzahrawi University, Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN), IAIN Langsa, STIMAR Mega Buana Mamuju, dan IAIN Curup.
Melalui kesepahaman tersebut, kedua belah pihak memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian dan publikasi ilmiah bersama, kuliah tamu, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, pertukaran pengalaman akademik, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor IV UM Bengkulu, Dr. Onsardi, M.M., menegaskan bahwa penandatanganan MoU harus menjadi awal dari kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Kemitraan antarperguruan tinggi perlu diwujudkan melalui program yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi dan masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk memperluas kolaborasi akademik. Harapan kami, kesepahaman yang telah ditandatangani dapat ditindaklanjuti melalui penelitian bersama, penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan bagian dari 5th Corolla International Conference 2026 yang mengusung tema “Emerging Technologies for Next Generation Learning and Education Spaces”. Konferensi internasional ini menjadi ruang pertemuan akademisi dan perguruan tinggi untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan teknologi, inovasi pembelajaran, serta transformasi ruang pendidikan bagi generasi mendatang.
Forum ilmiah yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai negara. Di antaranya Prof. Dr. Eduard Siemens dari Anhalt University of Applied Sciences, Jerman; Prof. Ahmed J. Obaid dari Kufa University, Irak; Assoc. Prof. Sajed S. Inglian dari University of Southern Philippines; serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi Indonesia, yakni Dr. Muthmainnah, M.Pd. dari Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Nur Aeni, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar, dan Dr. Eka Apriani, M.Pd. dari IAIN Curup.
Konferensi ini juga menghadirkan pembicara secara daring dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga internasional, antara lain GlobalNxt University, Batangas State University, American International University–Bangladesh, Analytics Institute of Australia, King Abdulaziz University, Adam Mickiewicz University, Polandia, serta Polytechnic Institute of Portalegre, Portugal.
Partisipasi UM Bengkulu dalam konferensi internasional tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperluas konektivitas akademik di tingkat nasional maupun internasional. Penguatan jejaring tidak berhenti pada terbentuknya kemitraan kelembagaan. Implementasi melalui program kerja yang terarah menjadi kunci agar setiap kesepahaman dapat menghasilkan capaian yang terukur.
Dengan bertambahnya delapan mitra perguruan tinggi, UM Bengkulu diharapkan semakin terbuka terhadap berbagai peluang kolaborasi, memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi, serta meningkatkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.












