Wamen Haji Dahnil Anzar Simanjuntak Hadir di UM Bengkulu, Masjid Al Farabi Jadi Ruang Refleksi

BENGKULU — Masjid Al Farabi Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) akan menjadi ruang perjumpaan intelektual dan spiritual. Jumat malam, 11 September 2026, UM Bengkulu menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.M., dalam agenda pengajian bersama.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB. Kehadiran Dahnil di lingkungan kampus Muhammadiyah Bengkulu menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menghadirkan perspektif keislaman dan kebangsaan di tengah kehidupan akademik.
Undangan yang ditandatangani Rektor UM Bengkulu Dr. Susiyanto, M.Si., ditujukan kepada jajaran pimpinan universitas, mulai dari wakil rektor, dekan, kepala biro, lembaga dan unit, wakil dekan, kepala program studi, hingga kepala kantor sekretariat rektorat, KUI, KHDTK, dan PESMA.

Dari Masjid Al Farabi, Merawat Tradisi Keilmuan dan Keislaman
Bagi UM Bengkulu, pengajian tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tradisi kampus yang mempertemukan ilmu, nilai keislaman, dan kehidupan sosial kebangsaan.
Terlebih, narasumber yang dihadirkan memiliki posisi strategis dalam pemerintahan, khususnya dalam urusan penyelenggaraan haji dan umrah. Kehadiran Dahnil diharapkan membuka ruang dialog dan refleksi mengenai berbagai persoalan keumatan serta peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa.
Agenda ini sekaligus memperlihatkan bagaimana masjid di lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi ruang yang hidup—bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat bertemunya gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai yang membentuk karakter insan akademik.

Menguatkan Silaturahmi Sivitas Akademika
Rektor UM Bengkulu mengundang para pimpinan di lingkungan universitas untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan jajaran pimpinan diharapkan semakin memperkuat ikatan silaturahmi dan semangat kolaborasi dalam membangun kampus.
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks, ruang-ruang refleksi seperti ini menjadi penting. Kampus tidak hanya dituntut melahirkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta pijakan moral dan spiritual.
Pengajian bersama Wamen Haji dan Umrah RI di Masjid Al Farabi pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda satu malam: sebuah ruang untuk menyatukan ilmu, iman, dan pengabdian

 

Adv. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *