BENGKULU — Sebanyak 11 sekolah di Kota Bengkulu akan mengikuti Bootcamp Regional Bengkulu: Penguatan Manajemen Talenta untuk Pengayaan Sekolah Unggul Garuda Transformasi Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu), Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan yang merupakan hasil kemitraan Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini akan diarahkan untuk memperkuat kemampuan sekolah dalam mengenali, mengembangkan, dan mengarahkan potensi peserta didik. Penguatan tersebut diharapkan berdampak pada penyusunan program pengayaan yang lebih sesuai dengan minat, bakat, karakter, dan kompetensi siswa.
Bootcamp ini akan mempertemukan unsur legislatif, kementerian, perguruan tinggi, dan satuan pendidikan untuk membahas pengelolaan talenta secara lebih terarah. Pengembangan siswa tidak hanya akan ditempatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup kreativitas, kepemimpinan, keterampilan, dan pembentukan karakter.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan tiga narasumber, yakni Rektor UM Bengkulu Dr. Susiyanto, M.Si.; D.Sc. (Tech.) Ir. Imam Santoso, S.T., M.Phil., influencer pendidikan; serta anggota Komisi X DPR RI drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si.
Setiap Siswa Memiliki Potensi
Rektor UM Bengkulu Dr. Susiyanto, M.Si., mengatakan manajemen talenta tidak semestinya hanya diarahkan untuk mencari siswa yang telah memiliki prestasi. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki potensi yang perlu ditemukan dan dikembangkan.
“Manajemen talenta bukan hanya bagaimana menemukan siswa yang memiliki prestasi, tetapi bagaimana memastikan setiap potensi yang dimiliki peserta didik dapat dikembangkan secara optimal. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak terkait,” ujar Susiyanto.
Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam mengenali potensi peserta didik sejak dini. Potensi tersebut kemudian perlu didukung melalui proses pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Sekolah memiliki posisi yang sangat penting dalam mengenali potensi anak sejak dini. Perguruan tinggi kemudian dapat menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat proses tersebut melalui pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki,” katanya.
Menurut Susiyanto, pengembangan talenta tidak berhenti pada prestasi akademik. Siswa perlu memperoleh ruang untuk mengasah kreativitas, kepemimpinan, keterampilan, dan karakter agar memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Libatkan 11 Sekolah
Sebanyak 11 sekolah di Kota Bengkulu akan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas SMAS Muhammadiyah Kota Bengkulu, SMKS 2 Semarak Kota Bengkulu, SMAN 11 Kota Bengkulu, SMAN 7 Kota Bengkulu, SMAN 9 Kota Bengkulu, SMAN 3 Kota Bengkulu, SMAN 5 Kota Bengkulu, SMAN 1 Kota Bengkulu, SMAN 2 Kota Bengkulu, SMAN 4 Kota Bengkulu, dan SMA Pembangunan Kota Bengkulu.
Keterlibatan sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman pendidik mengenai pemetaan dan pengelolaan talenta. Dengan demikian, sekolah dapat menyusun program pengayaan yang lebih relevan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.
Dalam kerangka Sekolah Unggul Garuda Transformasi, pengayaan akan diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengidentifikasi potensi siswa sekaligus memberikan ruang pengembangan sesuai minat dan bakat.
Pengayaan dapat dilakukan melalui pendampingan, proyek, kegiatan riset, pengembangan keterampilan, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di tingkat nasional maupun global.
Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Bagi UM Bengkulu, keterlibatan sebagai tuan rumah sekaligus menghadirkan rektor sebagai narasumber mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra sekolah dalam pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi antara Komisi X DPR RI, Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan sekolah diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan bootcamp. Kerja sama lanjutan diperlukan agar pemetaan talenta dapat diterjemahkan menjadi program pendampingan dan pengayaan yang terukur.
Dengan demikian, penguatan manajemen talenta dan pengayaan Sekolah Unggul Garuda Transformasi tidak sekadar menjadi agenda pendidikan, tetapi dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelajar Bengkulu untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di masa depan.












