Fakultas Ilmu Kesehatan UM Bengkulu Gelar Pelatihan Pasien Standar untuk Mahasiswa dan Tenaga Pendukung

BENGKULU — Program Studi Ilmu Kesehatan dan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menggelar kegiatan Pelatihan Pasien Standar di Ruang Rapat Gedung Ahmad Dahlan Kampus IV UM Bengkulu, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ns. Lussyefrida Yanti, S.Kep., M.Kep selaku Pelatih Pasien Standar UM Bengkulu dan Ns. Yani Nurhayani, M.Kep., Sp.Kep.MB sebagai pelatih Klien Standar (KS). Peserta pelatihan terdiri dari mahasiswa serta Office Boy (OB) di lingkungan PESMA, HD, dan AD.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran Klien Standar (KS) atau Simulated Patient dalam pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), khususnya pada Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI).

Dalam pemaparannya, Ns. Yani Nurhayani menjelaskan bahwa Klien Standar merupakan individu yang telah dilatih untuk memerankan pasien sesuai tuntutan skenario ujian.“Klien standar tidak harus memiliki latar belakang penyakit tertentu, tetapi harus mampu memahami skenario dan memerankan kondisi pasien secara konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi KS, di antaranya bersedia mengikuti pelatihan, mampu berkomunikasi dua arah, memiliki kemampuan berakting, serta menjaga kerahasiaan soal ujian.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai kode etik KS, tata tertib pelaksanaan OSCE, hingga teknik memerankan pasien simulasi secara profesional. Materi pelatihan mencakup ekspresi wajah, intonasi suara, kontak mata, bahasa tubuh, serta penyampaian informasi sesuai skenario klinik.

Menurut Ns. Lussyefrida Yanti, keberadaan pasien simulasi menjadi bagian penting dalam menciptakan proses evaluasi kompetensi yang objektif dan terstandar.
“Pasien simulasi membantu peserta didik menghadapi situasi klinik yang mendekati kondisi nyata, sehingga proses penilaian dapat berjalan valid, reliabel, dan praktis,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai prosedur briefing H-1, pelaksanaan saat hari ujian, hingga pemberian umpan balik setelah OSCE selesai dilaksanakan.

Pelatihan pasien standar ini diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan kesehatan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, khususnya dalam mempersiapkan lulusan profesi ners yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi dunia pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *