BENGKULU — Ratusan warga Talang Kering, Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, mengarak 120 nasi jambar menuju Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin, Minggu (23/8/2026) pagi.
Tradisi tersebut digelar untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal.
Bagi masyarakat Talang Kering, arak-arakan nasi jambar bukan sekadar rangkaian kegiatan menyambut Maulid Nabi. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya Suku Lembak sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Sebanyak 120 nasi jambar dibawa secara bersama-sama menuju masjid. Nasi jambar merupakan nasi kuning yang dilengkapi satu ekor ayam sebagai hidangan utama.

Ketua Karang Taruna Talang Permai (KTTP), Ajransyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap keberlangsungan tradisi lokal yang masih dipertahankan hingga kini.
“Sebagai upaya untuk menjaga budaya Suku Lembak, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Untuk pelaksanaannya sendiri kerja sama warga bersama Karang Taruna Talang Permai (KTTP),” kata Ajransyah.
Sesampainya di Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan barzanji. Warga bersama-sama membaca kitab yang memuat kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran hingga wafatnya.
Setelah pembacaan barzanji, nasi jambar yang dibawa warga kemudian disantap bersama. Sebagian nasi jambar lainnya dibagikan kepada sejumlah panti asuhan terdekat.
Menurut Ajransyah, pembagian tersebut menjadi bagian penting dari tradisi karena nasi jambar yang dikumpulkan dari warga kembali dimanfaatkan untuk kepentingan bersama dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Dari warga untuk warga itu sendiri. Nasi jambar ini berasal dari warga, kemudian disantap bersama dan dibagikan ke panti asuhan terdekat sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana perayaan keagamaan di Talang Kering dipadukan dengan kearifan lokal. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas budaya Suku Lembak.
Bagi warga setempat, nasi jambar bukan hanya hidangan dalam perayaan, melainkan simbol kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.












