BENGKULU – Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) periode 2026–2030, Dr. Susiyanto, M.Si, menargetkan pendirian Fakultas Kedokteran UMB paling lambat pada 2029. Berbagai persiapan, mulai dari penyediaan lahan hingga penguatan sumber daya manusia (SDM), kini mulai dilakukan.
Komitmen tersebut disampaikan Dr. Susiyanto usai resmi dilantik sebagai Rektor UMB periode 2026–2030, Selasa (7/7/2026).
“Kami bercita-cita mendirikan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mohon doa dan dukungannya. Target kami pada 2029 Fakultas Kedokteran UMB sudah berdiri,” ujarnya
Ia menjelaskan, UM Bengkulu telah memulai sejumlah tahapan persiapan. Selain menyiapkan lahan, universitas juga berinvestasi dalam pengembangan SDM, khususnya tenaga dokter yang akan menjadi dosen di fakultas tersebut.
Menurutnya, pemenuhan tenaga pengajar di bidang kedokteran menjadi tantangan tersendiri karena ketersediaan SDM di Provinsi Bengkulu masih terbatas.
“Terus terang, mencari SDM dokter di Bengkulu tidak mudah. Karena itu, kami menyiapkan tenaga-tenaga dokter melalui pendidikan lanjutan. Ini membutuhkan waktu sehingga tidak bisa dilakukan secara instan. Kami harus berinvestasi pada SDM,” katanya.
Dr. Susiyanto optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai target sehingga Fakultas Kedokteran UMB dapat mulai beroperasi pada 2028 atau paling lambat 2029.
Ia juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu (UNIB). Menurutnya, pihak Fakultas Kedokteran UNIB menyambut baik rencana tersebut dan siap memberikan pendampingan dalam proses pendirian fakultas.
“Alhamdulillah, saya sudah bertemu dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu. Beliau menyatakan siap membimbing UMB sehingga nantinya Fakultas Kedokteran UMB dapat berdiri dengan baik,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak serta persiapan yang terus dimatangkan, UM Bengkulu berharap kehadiran Fakultas Kedokteran dapat memperluas akses pendidikan kedokteran di Bengkulu sekaligus berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.












