BENGKULU — Menghadapi dinamika global yang sarat akan ketidakpastian, percepatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta tantangan demografi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) mengambil langkah proaktif. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Bengkulu sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bagi mahasiswa baru dengan mengusung tema “Menuju Indonesia Emas 2045: Strategi Transformasi di Tengah Ketidakpastian Global” Rabu 30 September 2026, di Gedung Hasan Din Kampus IV UM Bengkulu.
Kegiatan akademik ini menghadirkan sinergi strategis bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Bengkulu, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UM Bengkulu, Dr. Kasmiruddin, M.Si., serta dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bengkulu, Furqonti Ranidiah, S.E., M.M.
Komitmen FEB UMB Cetak Generasi Unggul

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bengkulu, Furqonti Ranidiah, S.E., M.M., menyambut baik terlaksananya kuliah umum kolaboratif ini. Ia menegaskan bahwa fakultasnya memiliki komitmen kuat untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan makroekonomi, literasi keuangan, serta keterampilan adaptif di era digital.
”Kuliah umum ini merupakan momentum strategis bagi mahasiswa baru FEB UM Bengkulu untuk memahami peta jalan ekonomi nasional sekaligus tantangan global yang ada di depan mata. Kami ingin memastikan lulusan FEB UMB tidak hanya memiliki kecerdasan akademis, tetapi juga integritas, kepekaan terhadap isu digitalisasi, serta kesiapan mental untuk menjadi bagian dari solusi penggerak ekonomi bangsa,” ujar Furqonti Ranidiah.
Peran Perguruan Tinggi dan Lima Pilar Transformasi Bangsa
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UM Bengkulh, Dr. Kasmiruddin, M.Si., menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dan generasi muda sebagai motor penggerak utama pencapaian visi Indonesia Emas 2045 yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.

”Ketidakpastian global bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momentum untuk memperkuat kapasitas bangsa. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, melainkan harus menjadi pusat ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Dr. Kasmiruddin di hadapan ratusan mahasiswa baru FEB UMB.
Dr. Kasmiruddin memaparkan bahwa untuk mencapai target Indonesia Emas 2045 di mana Indonesia diproyeksikan masuk dalam jajaran lima besar ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita setara negara maju diperlukan lima pilar strategi transformasi utama. Kelima pilar tersebut meliputi Transformasi SDM, Transformasi Digital dan AI, Transformasi Ekonomi dan Kewirausahaan, Transformasi Hijau dan Berkelanjutan, serta Transformasi Tata Kelola dan Kolaborasi.
Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar aktif membangun kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis (critical thinking), kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta memiliki mental pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning).
Bank Indonesia Perkuat Transformasi Sistem Pembayaran Digital
Dari sisi bank sentral, Deputi Bidang Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Manajemen Intern (SPPURMI) Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Nukman Taufik, S.E., M.M., menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran bukan sekadar sarana transaksi, melainkan pengungkit utama produktivitas dan inklusi keuangan masyarakat.

”Sistem pembayaran ibarat saluran darah bagi perekonomian nasional. Melalui bauran kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, serta handal atau yang kita kenal sebagai CEMUMUAH, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya tahan,” ujar Nukman Taufik.
Sebagai bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, adopsi infrastruktur seperti BI-FAST, SNAP, hingga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan pertumbuhan volume transaksi yang masif. QRIS kini tidak hanya menjadi entry point UMKM ke ekosistem digital di dalam negeri, tetapi juga telah merambah lintas negara (cross-border) dengan sejumlah negara tetangga.
OJK Gencarkan Perang Terhadap Kejahatan Finansial Ilegal
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti pentingnya perlindungan konsumen di tengah maraknya kejahatan finansial digital seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga judi online. Fadly Andrianto, seorang analis di OJK Provinsi Bengkulu, mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian canggih.

”Kejahatan keuangan ilegal dan penipuan digital atau scam saat ini menggunakan berbagai modus operandi yang semakin canggih, mulai dari penawaran investasi palsu hingga jeratan pinjol ilegal. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L yaitu memastikan aspek Legalitas izin lembaganya dan memastikan keuntungan yang ditawarkan bersifat Logis,” ujar Fadly Andrianto.
OJK mencatat bahwa Satgas PASTI bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) terus aktif melakukan pemblokiran rekening penampung, penghentian entitas ilegal, serta memfasilitasi pengembalian dana korban. Layanan pengaduan resmi OJK dapat diakses melalui Kontak OJK 157, WhatsApp di nomor 081-157-157-157, laman pengaduan https://sipasti.ojk.go.id serta https://iasc.ojk.go.id, dan Kantor OJK Provinsi Bengkulu di Jalan Pembangunan No. 4, Kota Bengkulu.
BEI Bengkulu Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial Lewat Pasar Modal

Menutup rangkaian edukasi strategis, Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, Marina Rasyada, S.T., CFP®, CSA®, AWP, QWP®, mengajak generasi muda dan mahasiswa untuk mulai melek finansial guna menghadapi gerusan inflasi jangka panjang.
“Menyimpan uang tunai semata di tabungan konvensional tidak akan pernah bisa mengalahkan inflasi. Nilai uang kita dari waktu ke waktu akan terus mengalami penurunan daya beli. Oleh karena itu, investasi yang legal dan logis di pasar modal adalah kunci utama untuk menciptakan kestabilan finansial jangka panjang serta melindungi masa depan generasi muda,” ujar Marina Rasyada.
BEI Bengkulu merekomendasikan formula perencanaan keuangan ideal bagi pemula melalui alokasi anggaran 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan minimal 20% untuk investasi. Dengan konsistensi berinvestasi secara berkala pada instrumen legal seperti saham, obligasi, maupun reksa dana, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak kedaulatan ekonomi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.












