BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing melalui berbagai capaian strategis yang diraih sepanjang tahun 2025–2026. Momentum tersebut disampaikan dalam Puncak Milad ke-35 UMB yang berlangsung khidmat dan meriah dengan mengusung tema “Mencerahkan Generasi, Memajukan Peradaban.”
Dalam sambutannya, Rektor UMB, Dr. Susiyanto, M.Si., menyampaikan bahwa usia ke-35 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan langkah menuju visi UMB tahun 2028, yakni menjadi perguruan tinggi unggul dalam ilmu pengetahuan, kewirausahaan, dan peradaban kampus Islami.
“Alhamdulillah, berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, dunia usaha, serta para mitra strategis. Kami percaya bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan,” ujar Susiyanto.
Salah satu capaian paling membanggakan adalah keberhasilan UMB meraih Akreditasi Unggul pada tahun 2025. Prestasi tersebut menempatkan UMB sebagai perguruan tinggi dengan peringkat pertama di Provinsi Bengkulu dan peringkat keempat di lingkungan LLDIKTI Wilayah II dari 182 perguruan tinggi yang ada.
Selain akreditasi institusi, sejumlah program studi juga berhasil meraih predikat Unggul, di antaranya Program Studi Ilmu Hukum, Sosiologi, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Kesehatan Masyarakat. Saat ini sekitar 14 persen program studi di UMB telah terakreditasi Unggul dan ditargetkan meningkat menjadi 30 persen pada tahun 2030.
Pada sektor pengembangan akademik, UMB tengah mempersiapkan pembukaan sejumlah program baru. Beberapa di antaranya adalah Program Pendidikan Profesi, Program Studi Ilmu Komputer, Program Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI), Program Studi Rekam Medis, serta Program Studi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.
Rektor menjelaskan bahwa pembukaan program-program tersebut merupakan bagian dari langkah strategis menuju pendirian Fakultas Kedokteran yang ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2029.
“Kami sedang mempersiapkan seluruh persyaratan akademik dan kelembagaan secara bertahap. Insyaallah, setelah program-program kesehatan yang menjadi syarat terpenuhi, UMB siap membuka Program Studi Kedokteran dan menerima mahasiswa pada tahun 2029,” katanya.
Dalam bidang sumber daya manusia, UMB terus mendorong peningkatan kualitas dosen. Hingga tahun akademik 2025, UMB memiliki 262 dosen tetap, terdiri atas 86 dosen bergelar doktor dan 176 dosen bergelar magister. Saat ini sebanyak 37 dosen sedang menempuh studi doktoral, dan sekitar 25 orang di antaranya diperkirakan menyelesaikan pendidikan dalam dua tahun mendatang.
Peningkatan kualitas pembelajaran juga terus dilakukan melalui pengembangan sarana dan prasarana kampus. UMB menargetkan seluruh ruang kuliah di Kampus I dan Kampus IV telah dilengkapi fasilitas Smart TV pada tahun 2027 guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi digital.
Di bidang kemahasiswaan, minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di UMB terus menunjukkan tren positif. Pada tahun akademik 2025–2026 tercatat sebanyak 2.234 calon mahasiswa mendaftar dan 2.121 di antaranya resmi menjadi mahasiswa baru. Sementara untuk tahun akademik 2026–2027, hingga pertengahan tahun jumlah pendaftar telah mencapai 1.618 orang dengan 1.450 mahasiswa dinyatakan lulus seleksi, dan proses penerimaan masih berlangsung hingga Oktober 2026.
UMB juga terus memperkuat internasionalisasi kampus melalui penerimaan mahasiswa asing dan kerja sama global. Pada tahun akademik 2025–2026, UMB menerima tujuh mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, seperti Ghana, Uganda, Kenya, Liberia, Afghanistan, Timor Leste, dan Ethiopia. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari lebih dari 1.100 pendaftar internasional.
Untuk memastikan akses pendidikan yang lebih luas, UMB mengalokasikan dana beasiswa sekitar Rp10 miliar setiap tahun. Program tersebut mencakup Beasiswa KIP Kuliah, beasiswa internal, serta beasiswa dari berbagai mitra, termasuk Bank Indonesia yang saat ini memberikan dukungan kepada puluhan mahasiswa berprestasi.
Rangkaian Puncak Milad ke-35 UMB turut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, Polda Bengkulu, pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, mitra strategis, serta tokoh-tokoh pendiri universitas.
Pada kesempatan tersebut, UMB memberikan penghargaan kehormatan kepada para tokoh pendiri dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan universitas. Selain itu, diserahkan pula lencana pengabdian 30 tahun kepada dosen dan tenaga kependidikan, penghargaan bagi dosen dan tenaga kependidikan berprestasi, serta apresiasi kepada mahasiswa yang mengharumkan nama universitas di tingkat regional maupun nasional.
Suasana perayaan semakin semarak dengan penampilan seni budaya, hiburan, dan sesi kebersamaan seluruh sivitas akademika yang menandai perjalanan panjang UMB dalam mengabdi untuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Memasuki usia ke-35 tahun, Universitas Muhammadiyah Bengkulu optimistis dapat terus meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring internasional, memperkuat kontribusi bagi pembangunan daerah, serta mewujudkan target strategis menuju kampus unggul berkelas nasional dan internasional.
“Milad ke-35 bukan hanya perayaan usia, tetapi momentum untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UMB siap mencerahkan generasi dan memajukan peradaban,” tutup Rektor.












