BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai mengambil langkah konkret menyikapi beredarnya video yang diduga memperlihatkan seorang oknum pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu bersama seorang perempuan dalam situasi yang menjadi sorotan publik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan Pemprov Bengkulu telah membentuk tim untuk menindaklanjuti dan mendalami video tersebut.
Menurut Herwan, proses pemeriksaan mulai dilakukan dengan memanggil pihak-pihak terkait secara resmi.
“Ya, kita sudah mempersiapkan. Tim sudah dibentuk. Hari ini mulai dipanggil secara resmi untuk mendalami video tersebut,” kata Herwan Antoni, Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan, Pemprov Bengkulu akan menjatuhkan sanksi apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh aparatur yang bersangkutan.
Sanksi tersebut, kata Herwan, akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat pelanggaran. Untuk pelanggaran disiplin PNS, salah satu regulasi yang menjadi acuan adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Regulasi tersebut mengatur kewajiban, larangan, pemeriksaan, hingga hukuman disiplin bagi PNS yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Sanksi sesuai dengan pelanggaran, seperti disiplin ASN yang diatur dalam PP 94,” tegasnya.
Sebelumnya, publik Bengkulu dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 28 detik yang kemudian dikenal dengan sebutan video “Segar Sayang”.
Video tersebut diduga memperlihatkan seorang pria yang disebut-sebut sebagai pejabat Pemprov Bengkulu berada di sebuah kamar bersama seorang perempuan.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut tampak mengenakan kaus berwarna putih keabu-abuan dan celana yang menyerupai celana dinas harian (PDH) ASN. Sementara itu, perempuan yang berada di dalam kamar tampak mengenakan celana pendek.
Video tersebut juga memuat percakapan antara pria dan perempuan tersebut. Istilah “Segar Sayang” terdengar dalam percakapan yang terekam.
Selain itu, terdengar percakapan yang menyinggung aktivitas pria tersebut untuk kembali ke kantor.
Retret Merah Putih Kembali Digencarkan
Di tengah polemik tersebut, Pemprov Bengkulu juga berencana kembali menggelar program Retret Merah Putih bagi pejabat dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Herwan Antoni mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Retret Merah Putih dirancang dalam bentuk kegiatan selama tiga hari pada akhir pekan dengan pendekatan berbasis rumah ibadah.
“Kegiatan untuk memantapkan iman, menghindari perbuatan tercela, asusila dan lainnya. Retret Merah Putih berbasis rumah ibadah ini kita fokus beribadah dan memperbaiki diri,” ujar Herwan.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pejabat untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.












