BENGKULU – Komitmen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) dalam mengakselerasi internasionalisasi kampus kembali memperoleh penguatan. Dosen Program Studi Manajemen sekaligus Kepala UMB Global Engagement, Andi Azhar, berhasil lolos seleksi SDG Certified Leadership Program Angkatan VIII, program sertifikasi kepemimpinan nasional yang diselenggarakan oleh SDG Academy Indonesia di bawah naungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian strategis bagi UM Bengkulu dalam memperkuat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan perguruan tinggi. Program ini dirancang untuk mencetak pemimpin transformasional yang mampu mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola organisasi.
Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh penguatan kapasitas kepemimpinan, pendalaman metadata SDGs, kemampuan menganalisis persoalan pembangunan, serta menyusun rencana aksi yang aplikatif dan terukur.
Program berlangsung selama hampir tiga bulan, mulai 12 Agustus hingga 4 November 2026. Kegiatan diawali dengan Lokakarya I secara luring di Jakarta yang berfokus pada penguatan kerangka SDGs dan penyusunan solusi komprehensif. Selanjutnya peserta mengikuti Lokakarya II secara daring, pendampingan intensif melalui Mentoring Capstone Project, Lokakarya III, hingga presentasi proyek terbaik, wisuda, dan penganugerahan sertifikat kompetensi pada awal November.
Andi Azhar mengatakan kesempatan mengikuti program tersebut merupakan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar sertifikasi, tetapi ruang belajar untuk memperdalam implementasi SDGs secara lebih strategis. Pengetahuan dan jejaring yang diperoleh akan menjadi bekal untuk memperkuat kebijakan, pembelajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat di UM Bengkulu agar semakin selaras dengan standar internasional,” ujar Andi Azhar.
Ia menambahkan bahwa implementasi SDGs kini menjadi salah satu indikator utama dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia.
“UM Bengkulu sedang mempersiapkan diri menuju Times Higher Education (THE) Impact Rankings dan QS Sustainability Rankings. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung target tersebut. Harapannya, implementasi SDGs tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar menjadi budaya akademik di kampus,” tambahnya.
Komitmen tersebut juga telah diwujudkan melalui berbagai aktivitas nyata. Saat ini Andi Azhar tengah membimbing tiga kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menjadikan SDGs sebagai kerangka utama penyusunan program pengabdian masyarakat di desa-desa lokasi KKN.
Melalui integrasi antara pembelajaran, penelitian, dan pengabdian berbasis SDGs, UM Bengkulu optimistis mampu memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Keikutsertaan dosennya dalam program nasional yang difasilitasi Kementerian PPN/Bappenas RI ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat transformasi UM Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang adaptif, berdaya saing internasional, serta berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.










