Milad ke-109 ‘Aisyiyah Bengkulu Teguhkan Dakwah Kemanusiaan, Perkuat Peran Perempuan untuk Keadilan dan Perdamaian

"Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta untuk Mewujudkan Peradaban Utama"

BENGKULU – Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Bengkulu menggelar Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah sebagai momentum mempertegas komitmen organisasi dalam memperkuat dakwah kemanusiaan demi terwujudnya masyarakat yang adil, damai, dan berkemajuan. Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah, pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, organisasi perempuan, serta kader ‘Aisyiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu itu berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Mengusung tema “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta untuk Mewujudkan Peradaban Utama”, resepsi milad tidak sekadar menjadi ajang mengenang perjalanan organisasi yang telah memasuki usia 109 tahun, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas kontribusi nyata ‘Aisyiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga advokasi hukum.

Ketua PW ‘Aisyiyah Bengkulu, Dr. Hj. Arnah Qurniati, M.Pd.I., mengatakan usia lebih dari satu abad menjadi bukti konsistensi ‘Aisyiyah dalam menjalankan dakwah yang berpihak kepada kemanusiaan.

“Milad ke-109 ini menjadi momentum untuk memperkokoh dakwah kemanusiaan yang menghadirkan keadilan dan perdamaian. Perempuan harus menjadi subjek pembangunan, memperluas manfaat, serta memperkuat kolaborasi demi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Arnah, kekuatan ‘Aisyiyah selama lebih dari satu abad bertumpu pada tiga nilai utama, yakni komitmen moral, keyakinan terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan yang diajarkan Muhammadiyah, serta militansi kader dalam menggerakkan organisasi.

“Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga oleh seluruh kader agar ‘Aisyiyah tetap menjadi gerakan perempuan Islam yang mencerahkan dan memberi solusi bagi persoalan masyarakat,” tambahnya.

Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Fazrul Hamidy, M.M., M.H., memberikan apresiasi atas kiprah ‘Aisyiyah yang selama ini menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam membangun masyarakat.

“‘Aisyiyah telah membuktikan bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah, tetapi juga melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan keluarga. Semoga semangat pengabdian ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.

Selama 109 tahun perjalanan organisasi, PW ‘Aisyiyah Bengkulu terus menunjukkan kiprah yang signifikan. Saat ini organisasi tersebut mengelola 58 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dua taman kanak-kanak unggulan, sekolah dasar, serta SMP Kreatif sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang berkarakter dan berkemajuan.

Di bidang sosial, berbagai program perlindungan anak, pelayanan kesehatan, pengelolaan panti asuhan, hingga pencegahan stunting terus dikembangkan. Pada sektor ekonomi, Majelis Ekonomi aktif membina kelompok perempuan melalui Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Selain itu, melalui Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia, ‘Aisyiyah juga memberikan pendampingan serta pelayanan hukum kepada masyarakat, baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi.

Penampilan IGBA Aisyiyah

Resepsi Milad ke-109 turut menjadi ajang apresiasi bagi kader dan masyarakat melalui penyerahan hadiah Lomba Pemanfaatan Pekarangan Rumah serta penyaluran bantuan sosial. Suasana semakin semarak dengan beragam penampilan seni budaya yang dibawakan kader dan amal usaha ‘Aisyiyah, di antaranya marawis, tari persembahan, serta tabuhan dol khas Bengkulu yang dibawakan oleh ibu-ibu Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGBA) ‘Aisyiyah. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya daerah yang dipadukan dengan semangat dakwah.

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh kader ‘Aisyiyah di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting diajak untuk terus memperkuat sinergi, memperluas gerakan dakwah kemanusiaan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Peringatan Milad ke-109 menjadi penegasan bahwa ‘Aisyiyah tidak hanya menjaga warisan perjuangan para pendirinya, tetapi juga terus bertransformasi sebagai organisasi perempuan Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan semangat Islam Berkemajuan, ‘Aisyiyah berkomitmen melanjutkan pengabdian untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, damai, dan berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *