Tidak ada perubahan besar yang lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari keputusan-keputusan yang konsisten, kerja kolektif yang terarah, serta keberanian menetapkan standar yang lebih tinggi. Gambaran itulah yang terlihat dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) selama periode kepemimpinan Rektor Dr. Susiyanto, M.Si., tahun 2022–2026.
Sebelum dipercaya memimpin universitas, Dr. Susiyanto telah menempuh perjalanan panjang sebagai akademisi dan pimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Teknik pada 2006, kemudian menjadi Dekan Fakultas Hukum periode 2017–2019, dilanjutkan sebagai Wakil Rektor III periode 2019–2022. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika menerima amanah sebagai Rektor UM Bengkulu.
Sejak awal masa kepemimpinannya, arah kebijakan universitas difokuskan pada penguatan mutu. Perubahan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga tata kelola, sumber daya manusia, digitalisasi layanan, kemitraan, hingga pengembangan karakter sivitas akademika.
Salah satu indikator keberhasilan paling nyata adalah diraihnya Akreditasi Unggul. Capaian ini menjadi tonggak sejarah bagi UM Bengkulu karena menunjukkan bahwa peningkatan mutu tidak lagi bersifat parsial, melainkan telah menjadi budaya organisasi.
Keberhasilan tersebut diikuti peningkatan mutu program studi. Jika pada awal periode masih terdapat program studi berakreditasi C dan B, maka pada 2025 sebanyak tiga program studi berhasil meraih predikat Unggul, yaitu Program Studi Ilmu Hukum, Program Studi Sosiologi, dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sebagian besar program studi lainnya juga telah memperoleh predikat Baik Sekali.
Transformasi mutu juga ditopang oleh penguatan sumber daya manusia. Jumlah dosen berkualifikasi doktor meningkat secara signifikan, dari 58 orang pada tahun akademik 2022–2023 menjadi 86 orang pada 2025–2026. Kenaikan tersebut memperlihatkan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya kualitas akademik dosen yang meningkat, rekognisi dosen di tingkat nasional maupun internasional juga terus bertambah. Dari 95 rekognisi pada 2022 menjadi 169 rekognisi pada 2026. Angka tersebut menunjukkan semakin luasnya pengakuan terhadap kompetensi dosen UM Bengkulu dalam dunia akademik dan profesi.
Di bidang pendidikan, pembelajaran mengalami pembaruan melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE), penguatan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta optimalisasi Learning Management System (LMS) Kelaskito. Dosen didorong menerapkan metode case method dan project-based learning agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan nyata.
Konsistensi tersebut membuahkan penghargaan sebagai Peringkat I Pelaporan PDDikti kategori universitas pada 2023, Peringkat I Evaluasi Pembelajaran pada 2025, serta penghargaan Peringkat I Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 dari LLDIKTI Wilayah II pada tahun yang sama.
Transformasi juga terlihat pada pelayanan mahasiswa. Berbagai layanan akademik dan nonakademik diperluas melalui bimbingan konseling, pengembangan minat dan bakat, kewirausahaan, layanan kesehatan, hingga layanan khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Universitas juga menyediakan beragam beasiswa, mulai dari KIP Kuliah, Lazismu, beasiswa prestasi, tahfiz Al-Qur’an, hingga kerja sama dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra perbankan.
Kepercayaan masyarakat terhadap UM Bengkulu pun terus meningkat. Jumlah mahasiswa baru yang melakukan registrasi menunjukkan tren positif setiap tahun. Bahkan, kampus ini mulai menarik mahasiswa internasional dari berbagai negara sebagai bagian dari proses internasionalisasi.
Pada saat yang sama, penguatan identitas sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah tetap menjadi perhatian utama. Program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diperkuat melalui Baitul Arqam bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, mentoring lintas fakultas, Pesantren Advokat, hingga berbagai kegiatan dakwah sosial. Nilai-nilai keislaman tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Perubahan juga berlangsung dalam tata kelola. Sistem Penjaminan Mutu Internal diperkuat melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten, audit mutu internal yang berkelanjutan, evaluasi kinerja dosen berbasis sistem informasi, serta survei kepuasan pemangku kepentingan yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi.
Digitalisasi menjadi bagian penting dalam reformasi kelembagaan. Kapasitas internet meningkat dua kali lipat menjadi 1.000 Mbps, jumlah server diperbanyak, jaringan internet diperluas melalui puluhan access point, dan integrasi sistem akademik serta keuangan terus dikembangkan menuju kampus digital.
Pada bidang penelitian, produktivitas dosen juga mengalami peningkatan. Publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Scopus dan Web of Science terus bertambah. Tahun 2025 menjadi salah satu pencapaian terbaik dengan artikel yang berhasil terbit pada jurnal Scopus kuartil satu dan kuartil dua. Publikasi pada jurnal nasional terakreditasi juga sempat mencapai puncaknya pada 2023 sebelum memasuki fase stabilisasi.
Seluruh capaian tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari perubahan yang dapat dirasakan dan diukur secara nyata. Dalam kurun waktu empat tahun, UM Bengkulu berhasil memperkuat fondasi akademik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas layanan mahasiswa, mempercepat digitalisasi, serta memperoleh pengakuan nasional melalui berbagai penghargaan dan akreditasi.
Periode 2022–2026 menjadi fase penting dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Fondasi yang dibangun pada masa kepemimpinan Dr. Susiyanto menjadi modal bagi universitas untuk melangkah menuju perguruan tinggi yang semakin unggul, berdaya saing global, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan.












