Evri Rizqi Monarshi, Menjaga Ruang Siaran yang Inklusif, Berkeadilan dan berkemajuan

BENGKULU – Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan lanskap media yang semakin dinamis, sosok Evri Rizqi Monarshi, M.Sos hadir sebagai salah satu figur yang konsisten memperjuangkan penyiaran yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Perempuan yang menjabat sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2022–2025 itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik dan penyiaran nasional. Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade di sejumlah televisi nasional, Evri menjadikan isu kesetaraan, keberagaman, serta perlindungan kelompok rentan sebagai bagian penting dalam upaya membangun ekosistem penyiaran yang sehat dan bertanggung jawab.

Sebelum bergabung di KPI Pusat, Evri meniti karier profesional di berbagai media nasional. Karier jurnalistiknya dimulai di Trans TV pada 2007 sebagai reporter dan presenter. Di stasiun televisi tersebut, ia terlibat dalam sejumlah program berita dan feature, seperti Reportase Pagi, Jelang Siang, Jelajah, hingga Jika Aku Menjadi.

Kemampuan jurnalistiknya semakin terasah ketika dipercaya menjadi reporter utama Trans Media untuk meliput berbagai aktivitas kepresidenan di Istana Negara. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fase penting yang membentuk kapasitas, ketajaman analisis, dan perspektif jurnalistiknya.

Perjalanan karier Evri kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih strategis. Ia dipercaya menempati posisi produser di Trans TV dan CNN Indonesia TV sebelum akhirnya menjabat sebagai Senior Produser Metro TV. Dalam peran tersebut, Evri memimpin sejumlah program berita nasional, termasuk siaran breaking news dan liputan perkembangan pandemi Covid-19 yang menjadi perhatian publik di seluruh Indonesia.

Pengalaman panjang di ruang redaksi itulah yang kemudian menjadi bekal ketika dirinya dipercaya menjadi Komisioner KPI Pusat. Dalam menjalankan tugasnya sebagai regulator penyiaran, Evri tidak hanya berfokus pada pengawasan isi siaran, tetapi juga aktif mendorong tumbuhnya praktik penyiaran yang lebih sensitif terhadap isu sosial,kemanusiaan, dan keberagaman.

Evri Rizqi Monarshi, M.Sos bersama Aloy mahasiswa difabel UM Bengkulu

Salah satu isu yang secara konsisten menjadi perhatian sekaligus perjuangannya adalah penguatan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam dunia penyiaran. Menurut Evri, media memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap keberagaman sehingga ruang siaran harus mampu menghadirkan representasi yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas yang dijalaninya, termasuk keterlibatan dalam program literasi media dan jurnalistik ramah anak. Ia juga aktif mendorong lahirnya konten siaran yang menghormati martabat manusia, menghindari stereotip, serta bebas dari diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

Dedikasinya terhadap isu kesetaraan dan inklusi turut mendapat pengakuan. Pada KPI Award 2021, Evri memperoleh nominasi untuk kategori Program Peduli Perempuan dan Program Peduli Disabilitas. Penghargaan tersebut menjadi salah satu penanda atas konsistensinya dalam memperjuangkan penyiaran yang lebih berkeadilan dan ramah terhadap seluruh lapisan masyarakat.

Di luar tugas kelembagaan, Evri juga aktif dalam berbagai kegiatan literasi media. Ia kerap menjadi pembicara pada forum pendidikan, pelatihan jurnalistik, dan kegiatan kampus dengan fokus pada pencegahan hoaks, peningkatan kualitas informasi publik, serta penguatan peran generasi muda dalam membangun budaya bermedia yang sehat dan bertanggung jawab.

Dari sisi akademik, Evri merupakan lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan magister di bidang Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kombinasi latar belakang akademik dan pengalaman profesional tersebut membentuk perspektif yang kuat terhadap isu komunikasi publik dan kepentingan masyarakat.

Di tengah tantangan era digital, Evri terus menyuarakan pentingnya penyiaran yang berkualitas, inklusif, dan bertanggung jawab. Baginya, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan setiap warga negara memperoleh ruang yang setara untuk didengar, dihargai, dan diwakili dalam kehidupan publik.

Perjalanan Evri Rizqi Monarshi menunjukkan bahwa penyiaran tidak semata berbicara tentang teknologi dan konten. Lebih dari itu, penyiaran merupakan ruang bersama yang harus mampu menghadirkan keadilan, keberagaman, dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara. Di titik itulah, Evri terus mengambil peran, menjaga agar ruang siaran Indonesia tetap inklusif dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *