Mahasiswa Internasional UM Bengkulu Dalami Tradisi Perdagangan dan Hukum ASEAN di International Summer Course 2026

mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) mendapat kesempatan memperkaya pengalaman akademik dan budaya melalui International Summer Course 2026

PALEMBANG — Tiga mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) mendapat kesempatan memperkaya pengalaman akademik dan budaya melalui International Summer Course 2026 bertajuk “Lex Mercatoria: Commercial Traditions and Informal Trade Practices in Palembang.”

Ketiga mahasiswa tersebut ialah Mohammed Yakut dari Program Studi Ilmu Hukum, Hamdi Hamood dari Program Studi Teknik informatika, serta Nur Mohammad Emon dari Program Studi Manajemen.

Program akademik internasional tersebut diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 31 Agustus hingga 4 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran lintas negara yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai perspektif mengenai sejarah, tradisi, serta praktik perdagangan yang berkembang di kawasan.

Mengusung tema Lex Mercatoria, program tersebut mengajak peserta memahami berbagai tradisi perdagangan dan praktik perdagangan informal, termasuk perspektif ASEAN terhadap perkembangan perdagangan dan hukum. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai aktivitas perdagangan berbasis sungai yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan perkembangan ekonomi masyarakat Palembang.

Keikutsertaan tiga mahasiswa UM Bengkulu menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi akademik dan budaya di lingkungan internasional.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, memperkaya perspektif akademik, sekaligus membangun jejaring dengan peserta dan akademisi dari berbagai latar belakang.

3 mahasiswa internasional UM Bengkulu

UM Bengkulu turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas partisipasi Mohammed Yakut, Hamdi Hamood, dan Nur Mohammad Emon dalam kegiatan tersebut. Antusiasme dan keterlibatan aktif ketiganya dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman akademik yang lebih luas di tingkat global.

Melalui program internasional semacam ini, mahasiswa diharapkan semakin terbuka terhadap keberagaman perspektif, mampu membangun jejaring internasional, serta membawa pengalaman yang diperoleh untuk mendukung perjalanan akademik dan profesional mereka di masa mendatang.

Keikutsertaan mahasiswa internasional tersebut sekaligus memperkuat semangat “Global Connected University” yang terus dikembangkan UM Bengkulu dalam mendorong keterhubungan akademik dan kolaborasi di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *