Rektor UM Bengkulu Tinjau KHDTK Bukit Daun, Pastikan Kawasan Aman dari Titik Api

Doc. Rektor beserta jajarannya melakukan pemantauan dan himbauan Cegah Karhutla di Kawasan KHDTK (30/08/2026)

BENGKULU TENGAH, 30 Agustus 2026 — Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu), Dr. Susiyanto, M.Si., bersama Direktur KHDTK UM Bengkulu, Prof. Dr. Achmad Aminudin, dan jajaran, meninjau kawasan Hutan Kemasyarakatan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UM Bengkulu di kawasan Bukit Daun, Register V, Minggu (30/8/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Rektor UM Bengkulu bersama jajaran untuk melihat secara langsung kondisi kawasan KHDTK, termasuk memastikan keamanan kawasan dari potensi kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kunjungan itu, Rektor turut memantau kondisi kawasan serta memberikan imbauan agar seluruh pihak yang berada di kawasan KHDTK meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kawasan KHDTK ini merupakan amanah yang harus kita jaga bersama. Karena itu, selain mengembangkan potensi kawasan, aspek perlindungan dan pencegahan kebakaran juga menjadi perhatian penting. Kita harus memastikan tidak ada titik api dan terus meningkatkan kewaspadaan di seluruh kawasan,” ujar Dr. Susiyanto.

Menurutnya, pengelolaan kawasan hutan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan potensi ekonomi dan lingkungan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga kelestarian ekosistem.

Kita ingin KHDTK menjadi kawasan yang produktif, edukatif, sekaligus tetap terjaga kelestariannya. Semua pengembangan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga hutan,” tambahnya.

 

Meninjau Pos Pantau KHDTK

Selain menyusuri kawasan, Rektor UM Bengkulu bersama Direktur KHDTK juga meninjau pos pantau KHDTK UM Bengkulu. Pos tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemantauan kondisi kawasan dan meningkatkan respons terhadap potensi gangguan, termasuk ancaman kebakaran.

Direktur KHDTK UM Bengkulu, Prof. Dr. Achmad Aminudin, mengatakan pemantauan kawasan merupakan bagian penting dari tata kelola KHDTK.

 

Pemantauan harus dilakukan secara rutin. Kita tidak hanya berbicara mengenai pengembangan kawasan, tetapi juga bagaimana memastikan kawasan tetap aman, terjaga, dan memiliki sistem pengawasan yang baik. Pos pantau menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh jajaran dan masyarakat sekitar sangat dibutuhkan dalam menjaga kawasan KHDTK.

Pencegahan kebakaran tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kewaspadaan bersama, terutama dari seluruh pengelola dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan. Jika ada indikasi asap atau titik api, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti,” tegas Prof. Achmad.

Dilanjutkan Panen Madu Hutan di Rindu Hati

Peninjauan kawasan KHDTK tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Rektor UM Bengkulu dan jajaran sebelum melanjutkan kunjungan ke Desa Rindu Hati, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Di desa tersebut, Rektor bersama jajaran dijadwalkan menghadiri dan melakukan panen madu hutan binaan KHDTK UM Bengkulu.

Kegiatan panen madu ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi kawasan secara berkelanjutan. Pengembangan madu hutan tidak hanya diarahkan pada aspek ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun model pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen UM Bengkulu dalam mengembangkan KHDTK sebagai kawasan yang memiliki fungsi strategis dalam bidang konservasi, pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi berbasis lingkungan.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, KHDTK UM Bengkulu diharapkan tidak hanya menjadi kawasan hutan yang terjaga, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *