Bukan Sekadar Teknologi, Dosen UM Bengkulu Dampingi Guru SMP Negeri 9 Lebong “Berteman” dengan AI

kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UM Bengkulu di SMP Negeri 9 Lebong, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

LEBONG — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin dekat dengan dunia pendidikan. Namun, bagi guru, memahami AI bukan sekadar mampu menggunakan teknologi, melainkan juga mengetahui cara memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab tanpa menggeser peran guru sebagai pusat pembelajaran.

Semangat tersebut dibawa tim Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 9 Lebong, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Program bertajuk “Pelatihan Literasi Digital dan Pemanfaatan AI sebagai Asisten Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran Guru SMP” tersebut didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Kegiatan tersebut tidak dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Pendampingan telah dilakukan beberapa kali secara bertahap selama tiga bulan terakhir. Pendampingan pada 18 Agustus 2026 menjadi pertemuan kelima yang dilaksanakan tim PkM UM Bengkulu bersama para guru SMP Negeri 9 Lebong.

Pola pendampingan berkelanjutan tersebut dirancang agar guru tidak hanya memahami konsep, tetapi memiliki kesempatan untuk mencoba, mengevaluasi, memperbaiki, dan mengembangkan pemanfaatan teknologi AI sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Dari Pengenalan hingga Praktik

Tim PKM UM Bengkulu

 

Kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan tentang apa dan bagaimana AI bekerja. Para guru diajak mencoba secara langsung pemanfaatan teknologi tersebut untuk mendukung pekerjaan pembelajaran, mulai dari merancang pembelajaran, membuat bahan ajar, menyusun soal dan asesmen, hingga melakukan refleksi pembelajaran.

Dalam pelatihan tersebut, AI ditempatkan sebagai “asisten” bagi guru, bukan pengganti guru.

Tim PkM UM Bengkulu diketuai Romadhona Kusuma Yudha dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dengan anggota Rahmat Jumri dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Ummi Kalsum dari Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa yang berperan dalam mendampingi peserta selama pelatihan sekaligus membantu proses pengumpulan data di lapangan.

Menjawab Tantangan Pemanfaatan Teknologi

Kehadiran tim UM Bengkulu menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan guru SMP Negeri 9 Lebong dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran.

Persoalan yang dihadapi bukan semata-mata terkait ketersediaan perangkat. Sekolah telah memiliki akses internet, sementara sebagian besar guru juga telah menggunakan laptop dan telepon pintar.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana berbagai perangkat dan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Atas dasar itu, pendampingan dirancang dengan pendekatan praktik. Guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mencoba berbagai teknologi dan platform digital yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.

Materi yang diberikan mencakup literasi digital, etika pemanfaatan teknologi, keamanan data, penggunaan platform pembelajaran digital, hingga pemanfaatan AI secara kontekstual sesuai kebutuhan pembelajaran.

AI Membantu Guru, Bukan Menggantikan

Salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut adalah bahwa kecerdasan buatan tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran guru.

Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan untuk meringankan pekerjaan teknis sehingga guru memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal yang jauh lebih penting, yakni memahami karakter peserta didik dan menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Dalam praktiknya, AI dapat membantu guru menyusun modul ajar, mengembangkan bahan ajar digital, membuat soal, menyusun rubrik penilaian, hingga membantu proses refleksi pembelajaran.

Model pemanfaatannya dapat digambarkan secara sederhana:

Guru → Platform Digital → AI → Produk Pembelajaran → Pembelajaran di Kelas

Melalui pola tersebut, guru tetap menjadi pengambil keputusan utama. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat pekerjaan, memperkaya gagasan, dan mengembangkan berbagai alternatif pembelajaran.

Pendampingan Berkelanjutan

Pendampingan oleh Tim PKM UM Bengkulu

Pendampingan yang dilakukan secara bertahap selama tiga bulan menunjukkan bahwa program PkM ini tidak dirancang sebagai kegiatan yang selesai setelah pelatihan berakhir.

Pada setiap tahapan, guru didampingi untuk menerapkan AI pada rancangan pembelajaran masing-masing, mengembangkan dan memvalidasi media yang dibuat, melakukan microteaching, serta mengevaluasi pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran.

Pertemuan kelima pada 18 Agustus 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tersebut. Pendampingan berkelanjutan memberikan ruang bagi tim UMB untuk melihat perkembangan guru sekaligus membantu menyelesaikan berbagai kendala yang muncul ketika teknologi mulai diterapkan dalam praktik pembelajaran.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kemampuan guru menggunakan aplikasi AI. Lebih jauh, keberhasilan dilihat dari sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan perubahan nyata dalam praktik pembelajaran.

Bagi UM Bengkulu, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Sementara bagi guru SMP Negeri 9 Lebong, pendampingan ini menjadi ruang untuk mencoba pendekatan baru dalam menyiapkan pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi tetap membutuhkan sentuhan manusia. AI boleh menjadi asisten, tetapi guru tetap menjadi pengarah utama perjalanan belajar peserta didik.

Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan sekolah, UM Bengkulu berharap pemanfaatan literasi digital dan AI tidak berhenti sebagai sebuah program pelatihan, tetapi berkembang menjadi budaya pembelajaran yang inovatif, bijak, dan berkelanjutan di SMP Negeri 9 Lebong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *