Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu memastikan penerapan Car Free Day dan Car Free Night (CFDN) di kawasan Belungguk Point tetap berjalan seiring dengan terjaganya akses pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan dan penanganan pasien kedaruratan di rumah sakit sekitar lokasi kegiatan.
Penegasan tersebut disampaikan Dinas Perhubungan Kota Bengkulu menyusul adanya sorotan dari Anggota DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto, SP, MM, yang menilai kawasan Belungguk Point merupakan titik strategis pelayanan publik sehingga berpotensi menimbulkan persoalan lalu lintas saat CFD atau CFN diberlakukan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dishub Kota Bengkulu, Rusman, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipatif sebelum pelaksanaan CFD Night, terutama dengan memastikan jalur pelayanan rumah sakit tetap terbuka dan aman.
“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan pihak rumah sakit, ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan,” ujar Rusman.
Di sekitar kawasan Belungguk Point terdapat dua fasilitas kesehatan utama, yakni Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) serta Rumah Sakit Tiara Sella, yang selama ini melayani pasien rujukan dan kasus kegawatdaruratan.
Untuk RSHD, Rusman menegaskan tidak terdapat hambatan sama sekali terhadap akses ambulans maupun pasien darurat karena rumah sakit tersebut memiliki jalur masuk alternatif yang tidak terdampak penutupan jalan CFD Night.
“RSUD Harapan dan Doa tidak ada masalah. Akses keluar masuk ambulans maupun kendaraan pasien darurat bisa melalui Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di depan BPD. Jadi pasien kritis bisa langsung ditangani,” jelasnya.
Sementara terkait RS Tiara Sella, Dishub menyebutkan bahwa pola pengaturan lalu lintas yang selama ini diterapkan tetap memungkinkan ambulans bergerak cepat meskipun terdapat pembatasan arus kendaraan.
“Untuk RS Tiara Sella, ambulans yang membawa pasien darurat bisa langsung menuju arah Tanah Patah, Flamboyan, maupun Sawah Lebar dengan sistem contraflow atau melawan arus. Ini sudah sering dilakukan dan tidak ada kendala,” katanya.
Selain pengaturan jalur, Dishub Kota Bengkulu juga menurunkan petugas lalu lintas di sejumlah titik selama CFD Night maupun kegiatan keramaian lainnya di Belungguk Point, guna mengantisipasi kepadatan dan memperlancar mobilitas kendaraan darurat.
“Setiap ada potensi kepadatan lalu lintas, kami tempatkan petugas. Tugasnya membantu mempercepat perjalanan ambulans atau kendaraan yang membawa pasien kedaruratan maupun kendaraan umum,” tegas Rusman.
Dishub Kota Bengkulu memastikan evaluasi rutin tetap dilakukan agar pelaksanaan CFD Night berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu hak masyarakat atas pelayanan publik.
“Kami terbuka terhadap masukan, namun yang paling utama adalah keselamatan dan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.












