BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) mencatat lonjakan signifikan pada penerimaan mahasiswa internasional tahun ini. Hingga menjelang penutupan pendaftaran yang masih tersisa sepuluh hari, jumlah pendaftar mencapai 2.300 orang yang berasal dari lebih dari 40 negara.
Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 1.200 pendaftar. Peningkatan itu dinilai bukan sekadar capaian statistik, melainkan menjadi indikator semakin kuatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan UM Bengkulu.
Kepala UM Bengkulu Global Engagement (UGE) , Andi Azhar, Ph.D., mengatakan capaian tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bertambahnya jumlah pendaftar.
“Tahun lalu pendaftar internasional kami berada di angka 1.200 orang. Tahun ini, sementara pendaftaran masih berlangsung sepuluh hari lagi, jumlahnya sudah mendekati 2.300 orang dari lebih 40 negara. Ini menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan bahkan sebelum masa pendaftaran resmi berakhir,” ujarnya.
Menurut Andi, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa nama Bengkulu mulai diperhitungkan dalam peta pendidikan tinggi internasional.
“Bengkulu mungkin belum menjadi nama yang lazim dikenal calon mahasiswa asing. Namun, kini mulai banyak diperbincangkan dalam berbagai forum pendidikan lintas negara. Itu menjadi pertanda bahwa UM Bengkulu sedang menapaki jalan menuju kampus berdaya saing global,” katanya.
Dibangun Melalui Kepercayaan dan Kualitas
Andi menjelaskan bahwa meningkatnya minat mahasiswa internasional tidak terjadi secara instan. Kepercayaan tersebut merupakan hasil dari penguatan kualitas akademik, tata kelola, serta jejaring internasional yang dibangun secara berkelanjutan.
Salah satu faktor utama adalah pencapaian lima program studi UM Bengkulu yang telah memperoleh akreditasi Unggul. Menurutnya, akreditasi tersebut menjadi salah satu rujukan penting bagi calon mahasiswa dan orang tua sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi.
Selain itu, UM Bengkulu juga didukung oleh dosen-dosen yang memiliki pengalaman pendidikan dan pengajaran di berbagai negara.
“Banyak dosen kami merupakan lulusan perguruan tinggi luar negeri dan aktif menjadi pengajar di berbagai institusi internasional. Hal itu membuat proses pembelajaran menjadi lebih siap menghadapi lingkungan akademik yang multikultural,” jelasnya.
Dari sisi layanan, seluruh proses pendaftaran telah dilakukan secara digital melalui sistem terintegrasi. Dengan demikian, calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia dapat mengajukan pendaftaran, mengunggah dokumen, hingga mengikuti proses administrasi tanpa harus datang langsung ke Indonesia.
Untuk mendukung proses adaptasi, UM Bengkulu juga menyelenggarakan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bekal awal bagi mahasiswa internasional sebelum mengikuti perkuliahan.
Andi menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja panjang UM Bengkulu Global Engagement dalam membangun jejaring internasional selama bertahun-tahun.
“Jejaring itu dibangun melalui komunikasi, kolaborasi, dan hubungan yang terus dipelihara dengan berbagai komunitas, lembaga, dan perguruan tinggi di banyak negara. Hasilnya mulai terlihat dari meningkatnya kepercayaan calon mahasiswa internasional kepada UM Bengkulu,” ungkapnya.
Membangun Lingkungan Akademik yang Inklusif
Selain kesiapan akademik, UM Bengkulu juga menaruh perhatian besar terhadap proses adaptasi sosial mahasiswa internasional.
Sejak kedatangan di Bengkulu, mahasiswa akan memperoleh pendampingan melalui program orientasi, pengenalan budaya lokal, hingga pendampingan oleh mahasiswa sebaya untuk membantu proses penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Andi, salah satu karakteristik yang menjadi pembeda UM Bengkulu adalah penguatan nilai-nilai Islam melalui mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
“Banyak mahasiswa dari negara mayoritas Muslim yang justru tertarik karena ingin belajar di lingkungan akademik yang tetap menjaga nilai-nilai keislaman. AIK mengajarkan Islam yang moderat, terbuka, dan menghargai keberagaman,” katanya.
Pendidikan sebagai Wujud Solidaritas Kemanusiaan
UM Bengkulu juga membuka kesempatan yang sama bagi generasi muda dari berbagai negara, termasuk mereka yang berasal dari wilayah yang sedang menghadapi konflik maupun krisis kemanusiaan.
Bagi UM Bengkulu, pendidikan dipandang sebagai bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang mampu membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.
“Kami membuka pintu tanpa membedakan asal negara. Siapa pun yang datang dengan niat menuntut ilmu akan kami sambut dan perlakukan sebagai bagian dari keluarga besar UM Bengkulu,” tutur Andi.
Ia mengatakan UM Bengkulu saat ini terus menyusun berbagai bentuk dukungan yang lebih terstruktur bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak konflik agar mereka dapat menjalani proses pendidikan dengan baik.
Menatap Reputasi Internasional
Memasuki sepuluh hari terakhir masa pendaftaran, UM Bengkulu berharap jumlah pendaftar internasional terus bertambah. Namun demikian, menurut Andi, kualitas seleksi dan pelayanan tetap menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting bukan hanya banyaknya pendaftar, tetapi bagaimana proses seleksi, pendampingan, dan pembinaan dapat berjalan dengan baik sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas,” ujarnya.
Ke depan, UM Bengkulu juga berkomitmen memperluas jejaring kerja sama ke lebih banyak negara serta memperkuat reputasi internasional melalui berbagai indikator mutu, termasuk menuju pemeringkatan Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings.
Mengundang Generasi Muda Dunia Belajar di UM Bengkulu
Menutup keterangannya, Andi mengajak generasi muda dari berbagai negara untuk menjadikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebagai tempat mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun karakter.
“Jika Anda mencari kampus yang menghargai identitas, keyakinan, dan keberagaman, UM Bengkulu membuka ruang itu. Kami memiliki program studi yang terakreditasi Unggul, dosen yang berpengalaman di tingkat internasional, serta lingkungan akademik yang inklusif. Kami tidak hanya menawarkan pendidikan, tetapi juga komunitas yang menerima setiap mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar UM Bengkulu.”
Dengan peningkatan jumlah pendaftar internasional yang signifikan, UM Bengkulu optimistis langkah menuju kampus berdaya saing global semakin nyata. Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dunia.












