Bengkulu – UMB Press Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan publikasi ilmiah melalui penyelenggaraan Pro-Publish 2026: Workshop Editing dan Layout Buku yang dilaksanakan secara Hybrid (daring-luring) pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Elevating Manuscripts: Professionalism in Every Page” ini menghadirkan sejumlah pakar nasional di bidang penerbitan, penyuntingan, dan tata letak buku guna meningkatkan kompetensi akademisi, penulis, editor, serta pengelola penerbitan perguruan tinggi.
Workshop yang diselenggarakan oleh UMB Press bekerja sama dengan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APPTIMA) tersebut menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung peningkatan kualitas buku akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai proses penerbitan buku, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis terkait teknik editing dan layout yang sesuai dengan standar industri penerbitan modern.
Direktur UMB Press Mukhlizar,M.I.Kom.,dalam sambutannya menyampaikan bahwa kualitas sebuah buku tidak hanya ditentukan oleh substansi atau isi yang baik, melainkan juga oleh proses penyuntingan dan desain yang profesional. Menurutnya, kedua aspek tersebut memiliki peran penting dalam memastikan pesan dan gagasan penulis dapat tersampaikan secara efektif kepada pembaca.
“Penerbitan buku yang berkualitas tidak hanya bergantung pada isi yang baik, tetapi juga pada proses penyuntingan dan desain yang profesional. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kompetensi para penulis dan pengelola penerbitan agar mampu menghasilkan karya yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UMB Press dalam membangun ekosistem penerbitan yang profesional dan berorientasi pada mutu. Dengan semakin meningkatnya tuntutan kualitas publikasi akademik, kemampuan dalam melakukan penyuntingan dan tata letak buku menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Sebagai forum peningkatan kapasitas, kegiatan Pro-Publish 2026 menghadirkan empat narasumber nasional yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya masing-masing. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., Ketua Umum APPTIMA sekaligus Direktur UMSU Press. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya tata kelola penerbitan perguruan tinggi yang profesional sebagai fondasi dalam menghasilkan publikasi akademik yang berkualitas.

Menurutnya, perguruan tinggi harus memiliki sistem penerbitan yang kuat, mulai dari proses seleksi naskah, penyuntingan, penerbitan, hingga distribusi hasil karya ilmiah kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi perlu membangun tata kelola penerbitan yang kuat agar karya akademik dapat terpublikasi secara lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Penerbit kampus tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pencetak buku, tetapi juga sebagai pusat pengembangan literasi akademik,” jelasnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Amirullah, M.M., Sekretaris Jenderal Perkumpulan Penulis Buku Perguruan Tinggi (P2B-PT). Ia membahas perkembangan industri penerbitan buku akademik serta karakteristik buku perguruan tinggi yang memiliki nilai ilmiah dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Amirullah, tantangan dunia penerbitan saat ini tidak hanya berkaitan dengan produksi buku, tetapi juga bagaimana menghasilkan karya yang memiliki kualitas akademik tinggi sekaligus mudah dipahami oleh pembaca. Oleh karena itu, penulis dituntut untuk mampu menyajikan gagasan secara sistematis, relevan, dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, sesi mengenai penyuntingan naskah disampaikan oleh Andi Azhar, Ph.D., seorang editor buku tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam materinya, ia menjelaskan berbagai tahapan editing, mulai dari developmental editing hingga copy editing yang bertujuan meningkatkan kualitas naskah sebelum diterbitkan.
“Editing bukan sekadar memperbaiki kesalahan bahasa, tetapi memastikan gagasan penulis tersampaikan secara jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca. Seorang editor memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sekaligus kredibilitas sebuah karya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa proses penyuntingan merupakan tahap yang tidak boleh dilewatkan dalam penerbitan buku. Sebab, kualitas penyajian naskah akan sangat memengaruhi pengalaman membaca serta tingkat pemahaman pembaca terhadap isi buku.
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi mengenai layout dan desain buku yang disampaikan oleh Pramudika Alfian K., S.Si., M.Eng. dari Inshan Media Publishing. Ia memaparkan berbagai prinsip dasar tipografi, tata letak halaman, penggunaan ruang kosong, hingga teknik menyusun desain buku yang nyaman dibaca dan memiliki nilai estetika tinggi.
Menurut Pramudika, desain buku yang baik tidak hanya berfungsi mempercantik tampilan, tetapi juga membantu pembaca memahami informasi secara lebih efektif. Oleh karena itu, seorang layouter harus memahami keseimbangan antara unsur visual dan substansi isi buku.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi layout buku serta praktik penggunaan berbagai template dan perangkat pendukung penerbitan yang banyak digunakan dalam industri perbukuan. Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat langsung mengaplikasikan konsep yang diperoleh selama workshop berlangsung.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari dosen, mahasiswa, penulis, editor, pengelola penerbitan, serta praktisi literasi dari berbagai daerah. Para peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai standar penerbitan nasional dan teknik penyuntingan yang dapat diterapkan dalam pengembangan naskah akademik maupun nonakademik.
Melalui penyelenggaraan Pro-Publish 2026, UMB Press berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak editor dan layouter yang kompeten, meningkatkan kualitas naskah buku yang dihasilkan perguruan tinggi, serta memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan akademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen UMB Press dalam mendukung terwujudnya penerbitan perguruan tinggi yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing di era transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, penerbit, dan para praktisi profesional, pengembangan literasi akademik di Indonesia diharapkan semakin maju dan mampu menghasilkan karya-karya yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan.












