Speak Up Challenge 2026: Merawat Keberanian Bersuara, Menguatkan Sinergi untuk Generasi Bengkulu
BENGKULU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu menggelar Speak Up Challenge 2026 di Atrium Bencoolen Mall Bengkulu, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 21 Juni 2026 tersebut menjadi wadah pengembangan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) bagi generasi muda Bengkulu sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.
Acara yang terselenggara atas kolaborasi Polda Bengkulu, DPD IMM Bengkulu, dan Bencoolen Mall itu dibuka secara resmi oleh Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, S.I.K., M.H. Kehadiran Wakapolda menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan inspiratif.
Rangkaian pembukaan diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan, penampilan Teratai Band Brimob Bengkulu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan dari Ketua Umum DPD IMM Bengkulu.
Ketua Umum DPD IMM Bengkulu sekaligus Ketua Panitia Speak Up Challenge 2026, Kelvin Aldo, mengatakan bahwa kompetisi tersebut diselenggarakan untuk mendorong lahirnya generasi muda yang berani menyampaikan gagasan, berpikir kritis, dan mampu berkomunikasi secara efektif di ruang publik.
“Speak Up Challenge bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk melatih keberanian berbicara, menyampaikan ide secara sistematis, serta membangun kepercayaan diri. Kami ingin menghadirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kelvin, kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki generasi muda di tengah era digital dan keterbukaan informasi yang semakin dinamis.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana lahirnya pemimpin-pemimpin muda Bengkulu yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berintegritas, serta mampu menyampaikan gagasan secara santun dan konstruktif. IMM Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas generasi muda,” tambahnya.
Selain menjadi ajang kompetisi public speaking, pembukaan Speak Up Challenge 2026 juga menghadirkan nuansa berbeda melalui penampilan Teratai Band Brimob Bengkulu, grup musik yang diperkuat oleh personel Kepolisian Daerah Bengkulu.
Band yang tampil sebagai pembuka acara tersebut hadir dengan formasi baru yang resmi terbentuk pada 17 Maret 2026, terdiri atas Bripda Septian sebagai vokalis, Bripka Zack pada bass, Agus sebagai keyboardis, Bripda Anugrah sebagai drummer, dan Didi sebagai gitaris.

Penampilan mereka berhasil menarik perhatian pengunjung pusat perbelanjaan dan peserta kompetisi. Melalui alunan musik yang enerjik dan komunikatif, Teratai Band menghadirkan suasana hangat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
Kehadiran Teratai Band menjadi representasi bahwa anggota Polri tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga mampu membangun kedekatan melalui seni dan budaya. Selama ini, Teratai Band telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan institusi, acara kemasyarakatan, maupun panggung hiburan di Kota Bengkulu.
Bassist Teratai Band, Bripka Zack, mengatakan bahwa keberadaan grup musik tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah humanis kepolisian di tengah masyarakat.
“Teratai Band hadir sebagai wajah lain dari kepolisian. Di balik seragam dan tugas yang kami emban setiap hari, kami juga memiliki kecintaan terhadap seni. Melalui musik, kami ingin membangun kedekatan yang lebih hangat dengan masyarakat serta menunjukkan bahwa Polri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya,” ujar Bripka Zack.
Menurutnya, musik menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian yang dijunjung tinggi institusi Polri.
“Kami percaya seni dan integritas dapat berjalan beriringan. Musik mengajarkan disiplin, kerja sama, konsistensi, dan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai itu pula yang menjadi dasar dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian. Karena itu, Teratai Band tidak hanya bermusik, tetapi juga membawa pesan tentang profesionalisme, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat.”
Lebih lanjut, Bripka Zack mengungkapkan bahwa Teratai Band tengah mempersiapkan peluncuran lagu perdana yang direncanakan rilis pada tahun 2026 sebagai bentuk kontribusi kreatif personel Polri kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat melihat Polri secara lebih utuh. Tidak hanya saat bertugas menjaga keamanan, tetapi juga sebagai insan yang memiliki kepedulian terhadap seni, budaya, dan kehidupan sosial. Melalui karya musik yang akan kami luncurkan tahun ini, kami berharap dapat menghadirkan energi positif dan mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat,” katanya.
Usai pembukaan, peserta mengikuti rangkaian perlombaan Speak Up Challenge yang berlangsung hingga malam hari. Para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan berbicara, berargumentasi, dan menyampaikan gagasan di hadapan dewan juri serta audiens.
Kegiatan akan berlanjut pada Minggu (21/6/2026) dengan agenda pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada juara pertama, kedua, dan ketiga. Para pemenang juga dijadwalkan menampilkan kemampuan terbaik mereka sebelum acara ditutup secara resmi.
Melalui kolaborasi antara organisasi kepemudaan, institusi kepolisian, dan sektor swasta, Speak Up Challenge 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang sinergi yang mempertemukan kreativitas, edukasi, dan semangat kebersamaan. Kehadiran Teratai Band dalam pembukaan acara semakin mempertegas pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk melalui seni yang menyatukan integritas, kreativitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.












