Dari sebuah kampus perintis yang lahir dari semangat dakwah dan pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu tumbuh menjadi institusi unggul yang melahirkan prestasi, menggerakkan peradaban, dan menembus batas dunia.
Oleh : M.Safrurrahman Akhiri, S.H
Bengkulu – Milad ke-35 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) pada tahun 2026 menjadi momentum bersejarah untuk merefleksikan perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang lahir dari semangat dakwah, pengabdian, dan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rentang waktu lebih dari lima dekade sejak embrionya berdiri pada tahun 1970 dan 35 tahun sejak resmi menjadi universitas pada 20 Juni 1991, UMB terus tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di Bengkulu yang berkontribusi nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkemajuan.
Perjalanan UMB bermula dari berdirinya Fakultas Keguruan dan Ilmu Sosial (FKIS) IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Bengkulu pada 1 Agustus 1970 dengan dua jurusan, yakni Pendidikan Ilmu Administrasi dan Pendidikan Ekonomi Perusahaan. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pada masa itu, para tokoh Muhammadiyah Bengkulu memiliki pandangan jauh ke depan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat menjangkau masyarakat Bengkulu sekaligus menjadi sarana dakwah Islam yang mencerahkan.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan tinggi mendorong FKIS berkembang menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bengkulu pada 1 Juni 1973 berdasarkan Surat Keputusan Majelis Pendidikan dan Pengajaran Pusat Muhammadiyah Nomor E-10/180/1973. Sejak saat itu, STKIP Muhammadiyah Bengkulu terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kepercayaan masyarakat meningkat, jumlah mahasiswa bertambah, dan peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa semakin terasa.
Perkembangan tersebut melahirkan gagasan besar untuk mendirikan sebuah universitas. Setelah melalui proses panjang dan perjuangan yang penuh dedikasi, cita-cita itu akhirnya terwujud melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0367/O/1991. Pada 20 Juni 1991, STKIP Muhammadiyah Bengkulu resmi berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan diresmikan oleh Gubernur Bengkulu saat itu, Razie Yahya, pada 31 Agustus 1991.
Pada awal berdirinya, UMB memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Agama Islam. Namun seiring perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja, UMB terus memperluas layanan pendidikannya. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berdiri pada tahun 2003, disusul Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Kesehatan pada tahun 2004, serta Fakultas Hukum pada tahun 2007. Berbagai program studi baru juga terus dibuka untuk menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional.
Transformasi Mutu dan Akselerasi Prestasi
Memasuki era transformasi pendidikan tinggi, UMB tidak hanya fokus pada pengembangan jumlah program studi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada peningkatan mutu kelembagaan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan raihan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) predikat Baik yang kemudian meningkat menjadi Baik Sekali. Pada tahun 2024, UMB kembali mencatat prestasi penting dengan memperoleh sertifikasi SNI ISO 21001:2018, standar internasional sistem manajemen organisasi pendidikan yang menegaskan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan yang dimiliki universitas.
Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Susiyanto, M.Si., UMB memasuki fase percepatan pembangunan dan transformasi yang semakin progresif. Berbagai inovasi dilakukan melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi, digitalisasi layanan akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset, serta perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Hasilnya, berbagai prestasi strategis berhasil diraih. UMB ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Klaster Utama Penelitian, sebuah capaian bergengsi yang menunjukkan meningkatnya kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika. Tidak hanya itu, UMB juga berhasil meraih Peringkat 1 Evaluasi Pembelajaran Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, yang menjadi indikator keberhasilan universitas dalam menjaga mutu pembelajaran dan tata kelola akademik.
Prestasi lainnya yang membanggakan adalah disahkannya pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Muhammadiyah Bengkulu melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 1178 Tahun 2025 tentang Penetapan Areal Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk Pendidikan dan Pelatihan atas nama Universitas Muhammadiyah Bengkulu seluas 1992,69 Hektare. Kepercayaan tersebut memberikan ruang yang luas bagi pengembangan penelitian, konservasi lingkungan, pendidikan lapangan, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Membangun Ekosistem Kampus Modern dan Berdaya Saing Global
Keberhasilan UMB tidak hanya tercermin dari capaian akademik dan penelitian, tetapi juga dari keberhasilannya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang modern, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas terus memperkuat berbagai unit strategis yang menjadi fondasi penting menuju kampus unggul dan berkelas dunia.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan UMB Press sebagai unit penerbitan perguruan tinggi yang berperan dalam mengembangkan budaya literasi dan publikasi ilmiah. UMB Press hadir sebagai wadah bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi untuk menghasilkan serta menyebarluaskan karya-karya ilmiah yang berkualitas. Kehadirannya tidak hanya mendukung peningkatan jumlah publikasi akademik, tetapi juga memperkuat posisi UMB sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan literasi di Bengkulu maupun tingkat nasional.
Di bidang pengembangan kompetensi lulusan, UMB menghadirkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Melalui lembaga ini, mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing sehingga lulusan tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri. Kehadiran LSP menjadi bagian dari komitmen UMB dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi persaingan global.
Komitmen menuju kampus berkelas dunia semakin diperkuat melalui UMB Global Engagement (UGE), unit yang menjadi motor penggerak internasionalisasi universitas. UGE dibentuk untuk memperluas jejaring global, meningkatkan kolaborasi akademik lintas negara, serta membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk berkiprah di tingkat internasional.
Melalui UGE, UMB aktif mengembangkan berbagai program strategis, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen (student and staff exchange), visiting professor, kuliah tamu internasional, konferensi internasional, penelitian kolaboratif, program magang global, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mitra dari berbagai negara. Unit ini juga menjadi pusat koordinasi kerja sama internasional yang mempertemukan UMB dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi profesi, dan institusi riset di berbagai belahan dunia, saat ini ada 9 mahasiswa dan mahasiswi internasional yang sedang menjalani studi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu,antara lain berasal dari Uganda, Ghana, Kenya, Thailand, Liberia, Bangladesh, Afghanistan, Ethiopia, Yaman .
Kehadiran UGE telah membuka cakrawala baru bagi sivitas akademika UMB. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar lintas budaya yang memperkaya perspektif global mereka, sementara dosen dan peneliti memiliki kesempatan lebih luas untuk membangun kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas jejaring akademik global. Melalui berbagai program tersebut, internasionalisasi tidak lagi sekadar menjadi visi jangka panjang, melainkan telah menjadi bagian dari budaya akademik yang tumbuh dan berkembang di lingkungan UMB.
Sinergi antara penguatan akademik, pengembangan riset, publikasi ilmiah, sertifikasi profesi, dan internasionalisasi kampus menjadikan UMB semakin kokoh sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Berbagai capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika, dukungan Persyarikatan Muhammadiyah, alumni, mitra kerja, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Menatap Masa Depan dengan Semangat Berkemajuan
Kini, pada usia ke-35 tahun, Universitas Muhammadiyah Bengkulu berdiri sebagai simbol keberhasilan perjuangan panjang yang dimulai dari sebuah fakultas cabang sederhana pada tahun 1970. Dari masa ke masa, UMB terus berkembang menjadi universitas yang melahirkan sumber daya manusia unggul, menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan kemanusiaan.
Milad ke-35 bukan sekadar perayaan perjalanan waktu, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen menuju masa depan yang lebih gemilang. Dengan semangat Islam Berkemajuan, budaya mutu yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, serta jejaring nasional dan internasional yang semakin luas, Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus melangkah menuju cita-cita besar sebagai universitas unggul, profesional, dan berdaya saing global.
Selamat Milad ke-35 Universitas Muhammadiyah Bengkulu
“35 Tahun Menyalakan Cahaya Ilmu, Menguatkan Peradaban, dan Menembus Batas Dunia.”
Penulis adalah alumni Universitas Muhammadiyah Bengkulu












