Bengkulu – Momen wisuda tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik, tetapi juga ruang apresiasi bagi mahasiswa yang berhasil menorehkan pencapaian luar biasa.
Pada wisuda periode Mei 2026, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) mengukuhkan 455 lulusan dari berbagai program studi. Dari ratusan wisudawan tersebut, empat mahasiswa mendapat penghargaan khusus dalam kategori mahasiswa berprestasi, mahasiswa inspiratif, pemimpin organisasi terbaik, hingga inovator muda.
Salah satu nama yang mencuri perhatian ialah Rizkia Putri Rani dari Program Studi Ilmu Hukum yang dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi. Selama menempuh pendidikan, Rizkia aktif mengikuti pelatihan, kompetisi, serta pengembangan kapasitas diri di bidang hukum, public speaking, dan paralegal.
Jejak prestasinya tidak hanya di tingkat kampus, tetapi juga nasional hingga internasional. Rizkia tercatat sebagai The Winner Puteri Wisata Provinsi Bengkulu 2023, masuk Top 15 Puteri Wisata Indonesia 2023 pada ajang nasional di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, serta mengikuti Student Exchange International di Asia University Taiwan periode 2024–2025.
Tak hanya itu, ia juga menerima Piagam Mahasiswa Berprestasi Bidang Akademik Fakultas Hukum UMB, menjadi delegasi mahasiswa dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka di Universitas Muhammadiyah Palembang, serta menyandang gelar Puteri Wisata Media Sosial Provinsi Bengkulu 2023.
“Saya layak menjadi Mahasiswa Berprestasi karena mampu menunjukkan konsistensi dalam prestasi akademik, kemampuan berkompetisi di tingkat nasional dan internasional, serta dedikasi untuk terus mengembangkan diri melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi profesional. Saya juga aktif berkontribusi bagi kampus dan masyarakat, serta berkomitmen menjadi pribadi yang berintegritas, inspiratif, dan siap memberi dampak positif,” ujar Rizkia, peraih IPK 3,85.
Predikat mahasiswa inspiratif diraih Arum Sekar Melati Putri dari Program Studi Ilmu Keperawatan. Dengan IPK 3,79, Arum dikenal aktif dalam berbagai aktivitas sosial, kemanusiaan, dan pelayanan kesehatan.
Ia pernah mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Aisyiyah, menjalani praktik klinik di RS Bhayangkara dan RS M. Yunus Bengkulu, serta menjadi relawan di UKM Kiai Soedjak (MDMC). Kiprahnya juga terlihat dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Pancung Taba, Sumatera Barat, selama satu bulan, hingga respons gempa bumi di Bengkulu selama tiga bulan.
Semangat pengabdiannya semakin kuat ketika mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional di Riau, yang mendorongnya menghadirkan inovasi sederhana berupa puding daun kelor tinggi nutrisi untuk membantu melancarkan produksi ASI bagi ibu menyusui.
“Saya mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, inovasi sederhana, dan kepedulian terhadap lingkungan, saya berkomitmen memberikan dampak positif dan menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi mahasiswa lainnya,” tutur Arum.
Di bidang inovasi teknologi, penghargaan inovator muda terbaik diberikan kepada Rendika Efando dari Program Studi Informatika. Rendika dikenal sebagai pengembang aplikasi ABSEN WITH.U.PROJECT, sistem presensi bergerak berbasis network security dan WiFi geofencing.
Aplikasi tersebut telah digunakan sebagai orang sebagai solusi efisiensi biaya sekaligus peningkatan keamanan sistem absensi. Inovasi itu memanfaatkan teknologi Firebase, pengembangan aplikasi bergerak (mobile development), serta pengamanan jaringan secara nyata.
Melalui inovasi tersebut, Rendika menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan absensi, mulai dari mencegah manipulasi lokasi atau titip absen, menekan biaya operasional, mengatasi kendala sinyal, hingga membuat rekap data lebih otomatis dan real time.
Sementara itu, predikat pemimpin organisasi terbaik diraih M. Ihsan Hakim dari Program Studi Ilmu Keperawatan. Selama menjadi Ketua BEM Fakultas FIKES UMB, Ihsan dinilai berhasil membangun budaya organisasi yang aktif dan berdampak.
Ia menginisiasi penggalangan dana untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak internal maupun eksternal kampus, serta menggerakkan mahasiswa untuk lebih solid dan terlibat dalam kegiatan organisasi.
“Saya layak menjadi Pemimpin Organisasi Terbaik karena mampu memimpin dengan integritas, bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan kepentingan bersama. Kepemimpinan bagi saya adalah tentang melayani, menginspirasi, dan memberi manfaat,” kata Ihsan. (Tim)












