UMB Hadirkan Ketua DPD RI, Bengkulu Siap Bicara Masa Depan Demokrasi Hijau Indonesia

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin dijadwalkan hadir di Kampus IV UMB, Senin 9 Mei 2026.foto.istimewa

BENGKULU — Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap krisis iklim, ketimpangan pembangunan, dan kualitas demokrasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menghadirkan sebuah forum intelektual yang diperkirakan menjadi salah satu momentum penting bagi ruang diskusi kebangsaan di Bengkulu, Senin, 11 Mei 2026, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dijadwalkan hadir di Aula Hasan Din Kampus IV UMB dalam kuliah umum bertajuk “Green Democracy”: Arah Masa Depan Demokrasi Indonesia.”

Kegiatan hasil kolaborasi antara UMB dan DPD RI tersebut tidak sekadar menjadi forum akademik biasa. Lebih dari itu, kuliah umum ini diproyeksikan menjadi ruang pertukaran gagasan tentang bagaimana demokrasi Indonesia harus bergerak di tengah tantangan zaman—mulai dari perubahan iklim, pemerataan ekonomi, hingga keterlibatan generasi muda dalam menentukan arah bangsa.

Gagasan dari Bengkulu untuk Indonesia

Nama Sultan Bachtiar Najamudin dalam beberapa tahun terakhir identik dengan konsep Green Democracy, sebuah paradigma yang menempatkan demokrasi dan keberlanjutan lingkungan sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Sebagai putra asli Bengkulu yang kini memimpin lembaga tinggi negara, Sultan membawa gagasan bahwa pembangunan nasional tidak boleh semata bertumpu pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga harus memastikan keberlangsungan ekologi dan keadilan sosial bagi generasi mendatang.

Melalui konsep tersebut, demokrasi dipandang bukan hanya soal pemilu dan kekuasaan politik, tetapi juga tentang bagaimana negara menghadirkan kebijakan yang ramah lingkungan, berpihak pada masyarakat kecil, serta membuka ruang partisipasi publik secara lebih luas.

Paradigma itu kemudian berkembang menjadi gagasan Green Parliament, yakni upaya memasukkan prinsip keberlanjutan ke dalam fungsi legislasi dan arah kebijakan negara.

Pemikiran tersebut bahkan telah dituangkan Sultan dalam buku Green Democracy, yang menjadi bagian dari kontribusinya dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

UMB Dorong Mahasiswa Peka terhadap Masa Depan Bangsa

Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, menilai kuliah umum ini sebagai langkah strategis kampus dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki sensitivitas terhadap isu sosial, demokrasi, lingkungan, dan arah pembangunan nasional.

UMB memandang bahwa generasi muda harus menjadi bagian penting dalam merumuskan masa depan Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Karena itu, kehadiran Ketua DPD RI di lingkungan kampus diharapkan mampu memberi inspirasi sekaligus memperkuat semangat intelektual mahasiswa untuk aktif terlibat dalam pembangunan bangsa.

Momentum Intelektual bagi Bengkulu

Ketua Panitia, Rosidin,M.Si mengungkapkan Kuliah umum ini diperkirakan akan dihadiri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik UMB, dosen, organisasi kemahasiswaan, akademisi, di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, forum tersebut menjadi momentum penting bagi Bengkulu untuk kembali menegaskan perannya dalam melahirkan gagasan-gagasan besar tingkat nasional, pungkasnya.

Dari Bumi Raflesia, sebuah pesan tentang demokrasi hijau, keberlanjutan, dan masa depan Indonesia akan kembali digaungkan.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *